untukmenyimpulkan bahwa pada masa itu, seni. pertunjukan yang berkaitan dengan seni musik dan seni. tari telah berkembang dengan baik. Beberapa kosakata yang ada pada prasasti, relief. candi, ataupun buku sastra pada masa Indonesia. kuno diidentikkan dengan perkembangan seni pertunjukan, antara lain: a) adanya kata-kata: mrdangga, padahi Olehsebab itu saya mempunyai tujuan-tujuan kenapa kami membuat makalah ini. Dalam penelitian karya tulis ini ada beberapa tujuan yang ingin di dapat, antara lain: 1. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari masuknya budaya asing ke Indonesia. 2. Untuk mengetahui pengaruh budaya asing terhadap gaya hidup remaja Indonesia. 3. MenurutDraeger, pada masa Palaeolitik (sekitar 15.000 tahun sebelum masehi), manusia primitif di Jawa yang dikenal dengan nama pithecantropus erectus sudah mengenal tehnik perkelahian atau beladiri sederhana, yakni dengan jurus tangan kosong atau dengan kembangan memakai senjata tongkat atau batu. BatuMacan. Batu macan yang terdapat di Kecamatan Pulau Pinang, Desa Pagar Alam Pagun ini sudah ada sejak jaman Majapahit pada abad 14. Batu macan ini merupakan simbol sebagai penjaga (terhadap perzinahan dan pertumpahan darah) dari 4 daerah, yaitu : Pagar Gunung, Gumai Ulu, Gumai Lembah, dan Gumai Talang. Jakarta- . Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945. Ternyata sebelum itu, ajaran pancasila sudah dikenal sejak zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Dikutip dari buku 'Pancasila Diklat Ujian Dinas Tingkat I' keluarkan Kementerian Keuangan RI, unsur Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan sosial atau nilai-nilai Pancasila sudah ada sejak diantaramereka salah satu yang menarik adalah Jonas Balys, mengatakan bahwa: Folklor menampung kreasi-kreasi masyarakat, baik yang primitif maupun moderen. Dengan menggunakan bunyi dan kata-kata dalam bentuk puisi dan prosa, meliputi juga kepercayaan dan ketakhayulan, adat kebiasaan serta pertunjukan, tari-tarian dan qS731. - Tari primitif merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia. Tari Primitif berkembang di sejumlah daerah dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua. Perkembangan tarian primitif terjadi pada masa primitif atau sebelum masyarakat memiliki peradaban. Bentuk tarian lebih sederhana. Meski muncul sebelum peradaban, beberapa tari primitif masih dikenal hingga kini. Pengertian Tari Primitif Masa primitif merupakan zaman prasejarah, yakni masa sebelum kerajaan sehingga belum memiliki pemimpin formal. Tari primitif adalah tari yang berkembang pada masa masyarakat primitif yang belum memiliki peradaban. Salah satu perkembangan periodesisasi seni tari yaitu sekitar SM hingga 400 M, masa tersebut disebut periodisasi primitif. Pada zaman masyarakat primitif terbagi menjadi dua zaman, yaitu zaman batu dan zaman logam. Pada zaman batu tarian hanya diiringi dengan sorak sorai dan tepuk tangan. Sedangkan pada zaman logam sudah ditemukan instrumen musik berupa nekara. Baca juga Tari Tor-Tor Massal, Daya Tarik Festival Danau Toba Nekara adalah suatu alat seperti tambur besar yang bentuknya seperti dandang terbalik atau ditelungkupkan. Nekara banyak terdapat di Jawa, Sumatera, Bali, Pulau Sumbawa, Pulau Roti, Pulau Leti, serta Pulau Slear. Dalam lukisan-lukisan yang terdapat dalam nekara terdapat gambar penari yang di bagian atasnya dihiasi bulu-bulu burung dan daun-daunan. Saat itu, seni muncul sebagai ungkapan perasaan ekspresi manusia atas suasana tertentu. Lonjakan kegembiraan maupun lompatan manusia purba saat berburu binatang merupakan ekspresi yang disusun dalam bentuk tarian. Tari primitif merupakan tarian yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Tarian ini lebih menekankan pada pemujaan roh leluhur dan estetika tari. Baca juga Kepercayaan Animisme Pengertian, Sejarah, dan Contohnya Ciri-ciri Tari Primitif Tari primitif memiliki sejumlah ciri-ciri sesuai perkembangan zaman pada waktu itu, yaitu Gerakan tari berulang dengan iringan sangat sederhana, yaitu berupa tepuk tangan, hentakan kaki, suara, dan gerakan sederhana. Gerakan dilakukan dengan tujuan tertentu, seperti meniru gerakan binatang karena berburu, tujuan ritual tertentu, perkawinan, kelahiran, maupun panen. Instrumen tari sangat sederhana, yaitu alat pukul seperti tifa atau kendang. Tari bersifat sakral disucikan sebab untuk upacara keagamaan. Tata rias penari sederhana dan bisa beralkuturasi dengan alam sekitar Pola lantai tari primitif umumnya berupa lingkaran yang menggambarkan kekuatan. Gerakan tari primitif juga sekehendak hati dan sebagai pernyataan kolektif. Contoh Tari Primitif Tari primitif terdapat di sejumlah daerah di Indonesia. Berikut ini contoh tari primitif. Baca juga Tari Perang, Melambangkan Kepahlawan dan Kegagahan Rakyat Papua Tari Tor-Tor dari Sumatera Utara Tari Hudaq dari Kalimantan Tari Tarawangsa dari Jawa Barat Tari Turuk Langgai dari Pulau Mentawai Tari Ular dari Jawa Barat Tari Perang dari Papua Tari Tellu 'Otul dari Papua Tari Tobe dari Papua Tari Kuna dan Tari Rontek Singo Wulung dari Jawa Timur Sebagai informasi, tari primitif berbeda dari tari tradisional. Tari tradisional merupakan tari yang lebih moderen dari tari primitif. Sumber dan Tarian dipercaya dijadikan sebagai salah satu sarana maupun syarat di dalam sebuah ritual peribadatan suatu keyakinan agama atau kepercayaan tertentu sejak zaman prasejarah atau primitif. itu bukan bukti namanya, itu penjelasan doang, klo emg km ga bisa jawab ga usah maksa buat jawab, klo ada pertanyaan yg km ga tau jawabannya yaa gausah maksa jawab kasian org yg udah tanya 168 Seni Tari Kelas XII D i dalam berkarya seni tari, kita tidak boleh mengabaikan lingkungan dan kebudayaan sendiri. Namun demikian, cara-cara yang baik dari disiplin tari yang bukan milik bangsa kita dapat digunakan untuk memperluas wawasan dan memberikan kehidupan bagi kreativitas tari di Indonesia. Banyak seniman Indonesia yang berguru pada Martha Graham dari Amerika dan tokoh-tokoh tari lainnya dari mancanegara. Para seniman itu, di antaranya Setiarti Kailola, Bagong Kussudiardjo, Wisnu Wardhana, dan Sardono W. Kusomo. Tanpa meninggalkan kebudayaan bangsa kita, para seniman tersebut mampu menciptakan berbagai karya tari modern berkat kemampuan, pengalaman, dan pengetahuannya mengenai berbagai karya seni tari termasuk di antaranya, yaitu tari-tarian mancanegara. Pada bab ini kamu akan mempelajari tari-tarian mancanegara non-Asia, tepatnya tari-tarian di negara-negara Eropa. Kamu akan mempelajari sejarah, perkembangan, dan berbagai karya tari yang ada di negara tersebut. Kata Kunci Identifikasi – Karya Seni Mancanegara – Jenis, Peran, dan Perkembangan – Sikap Apresiasif – Keunikan A. Perkembangan Karya Tari di Eropa Tari merupakan karya seni yang mempunyai tempat penting di dalam kehidupan manusia. Karya seni tari sering dimanfaatkan di dalam berbagai aspek kehidupan manusia, baik secara individu maupun secara kelompok. Karya seni tari dapat digunakan sebagai sarana rekreatif dan edukatif. Bagaimana dengan karya seni di Eropa? Karya seni tari di Eropa dapat dilihat dari beberapa kebudayaan berikut. 1. Kebudayaan Prahistori Pada zaman prahistori belum ada permasalahan sosial seperti sekarang ini. Pada masa itu yang terpenting, yaitu perjuangan dalam mempertahankan kelangsungan kehidupan tiap pribadi. Masyarakat pada waktu itu belum merupakan suatu kelompok yang teratur sehingga peperangan antarkelompok pun jarang terjadi. Pertumbuhan serta perkembangan adat istiadat yang mengatur tata kehidupan manusia sangat bergantung pada alam tempat mereka hidup. Selera, rasa, dan ekspresi seni orang-orang yang hidup pada masa ini dapat dilihat pada gambar-gambar yang terdapat pada dinding goa. Sebagai contoh, peninggalan kebudayaan Magdalenia Eropa dari tahun SM, yaitu pada dinding-dinding goa terlihat gambar-gambar binatang yang realistis. Bukti pada zaman ini sudah ada tari-tarian dapat dilihat dari gambar-gambar yang menunjukkan orang-orang menari. Pada zaman ini dapat dikatakan bahwa tari-tarian mempunyai dua ciri sebagai berikut. a. Imitatif, meniru binatang. b. Mimitis, meniru kegiatan manusia sendiri. Tarian pada zaman ini sudah menggunakan topeng, baik yang dibuat maupun dengan muka yang dicat. Iringan tarinya menggunakan bunyi-bunyian dengan penekanan pada ritme tepuk tangan, gendang, dan suara manusia. Setiap tarian dilakukan dengan kesungguhan yang luar biasa. Hal ini dimaksudkan agar karya tari yang dilakukan mem- punyai kekuatan, misalnya, dengan melakukan tarian tersebut dapat mengusir roh jahat. Tari-tarian pada zaman kebudayaan prahistori yang masih ada pada waktu sekarang ini, di antaranya sebagai berikut. Gambar Tari tunggal mancanegara Re w w .dr ea m sti m om Di unduh dari 169 Seni Tari Kelas XII a. Di Siberia, ada tarian berburu binatang yang ditarikan oleh dua penari. Satu orang penari berperan sebagai pemburu dan satu orang sebagai binatang buruannya. b. Di Afrika, ada tarian yang dinamakan Vru. Tari ini juga menggambarkan perburuan binatang. Selain itu juga ada tari Damara yang menggambarkan gerak-gerak sapi dan biri-biri. c. Di Madagaskar, ada semacam tarian yang menggambarkan peperangan. Karya tari ini diperagakan oleh sekelompok penari laki-laki dan wanita. 2. Kebudayaan Mesir Kuno 1. Tari Zaman Prasejarah / Zaman Primitif Zaman primitif adalah zaman prasejarah yaitu zaman sebelum munculnya kerajaan sehingga belum mempunyai pemimpin secara formal. Zaman primitif ini berkisar anatara tahun SM – 400 M. Pada zaman masyarakat primitive ada 2 zaman yaitu zaman batu dan zaman logam. Pada zaman batu kemungkinan tari – tarian hanya diiringi dengan sorak – sorai serta tepukan tangan. Sedangkan pada zaman logam sudah terdapat peninggalan instrument music yang ada sangkut pautnya dengan tari yaitu nekara atau kendang yang dibuat perunggu. Diantara lukisan – lukisan yang menghias nekara itu ada lukisan yang menggambarkan penari yang pada kepalanya dihias bulu – bulu burung dan daun – daunan. Seni muncul dari ungkapan perasaan ekspresi manusia atas suatu suasana tertentu. lonjakan kegembiraan seseorang saat memperoleh kesenangan akan membentuk gerakan ekspresif , lompatan manusia purba ketika berburu binatang juga terjadi secara spontan. Gerakan - gerakan inilah yang kemudian mengkristal dan disusun dalam bentuk tarian. dari berbagai peristiwa sehari - hari kemudian terlahir bentuk - bentuk rangkaian gerak yang diwujudkan dalam bentuk upacra ritual masyarakat purba. Dengan diiringi pukulan - pukulan genderang dan sejenisnya, kelompok masyarakat purba bergerak - gerak mengelilingi api unggun yang menyala sambil melantunkan mantra - mantra dan nyanyian - nyanyian persembahan bagi nenek moyang mereka. inilah cikal bakal tumbuhnya tari. Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme, dan dinamisme. Tari ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur dan estetika seni. Tari primitif biasanya merupakan wujud kehendak berupa pernyataan maksud dilaksanakan dan permohonan tarian tersebut dilaksanakan. Ciri tari pada zaman primitif adalah kesederhanaan kostum, gerak dan iringan menjadi lebih dominan bertujuan untuk kehendak tertentu sehungga ungkapan ekspresi yang dilakukan berhubungan dengan permintaan yang diinginkan. ciri – ciri tari primitif antara lain 1. gerak dan iringan sangat sederhana berupa hentakan kaki, tepukan tangan / simbol suara / gerak – gerak saja yang dilakukan 2. gerakan dilakukan untuk tujuan tertentu misalnya menirukan gerak binatang karena berburu, proses inisiasi, kelahiran, perkawinan, panen. 3. instrumen sangat sederhana terdiri dari tifa, kendang, / intrumen yang hanya dipukul secara tetap bahkan tanpa memperhatikan dinamika 4. tata rias sederhana bahkan bisa berakulturasi dengan alam sekitar. 5. tari bersifat sakral karena untuk upacara keagamaan. 6. tarian primitif tumbuh dan berkembang pada masyarakat sejak zaman prasejarah yaitu zaman sebelum munculnya kerajaan sehingga belum mempunyai pemimpin secara formal. Kehidupan masyarakat masih bergerombol, berpindah – pindah dan bercocok tanam. 7. tarian primitif dasar geraknya adalah maksud dan kehendak hati dan pernyataan kolektif. 8. atribut pakaian menggunakan bulu – buluan dan daun – daunan 9. formasi pada tarian primitif biasanya berbentuk lingkaran karena menggambar kekuatan. 10. tarian ini berkembang pada masyarakat yang menganutpola tradisi primitif / purba dimana berhubungan dengan pemujaan nenk moyang dan penyembahan leluhur. Contoh tari primitif tari bailita dan tari dayang modan. 2. Tari Zaman Feodal / Penjajahan 400 M – 1945 Zaman feodal / zaman penjajahan berkisar antara tahun 400 M – 1945. Jenis Tari zaman feodal ini ditandai dengan bermunculan para pakar tari yang memberikan macam – macam definisi. Tokoh – tokoh tersebut antara lain curt sach, soedarsono, corry hamstrong, la mery dan lain sebagainya. Pada zaman ini tari memiliki berbagai fungsi antara lain tari upacara, tari hiburan, tari pertunjukan. Tari yang berfungsi sebagai upacara ritual dan yang berfungsi sebagai hiburan pribadi sebagian tidak tercakup karena tari ritual pada umumnya lebih mementingkan tujuan dari pada bentuk penyajiannya, sedangkan tari hiburan lebih mementingkan keikutsertaan penari dalam tari itu dari pada kenikmatan untuk menontonnya. Pada zaman feodal ini tari di Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan yang datang dari luar khususnya India. Selanjutnya muncul Islam melalui kerajaan – kerajaan di Indonesia saat itu, serta pengaruh perluasan wilayah bangsa barat yang kemudian membawa situasi tari di Indonesia lebih modern. Perkembangan tari zaman feodal dianggap baik karena pengaruh agama hindu, seni tari merupakan bagian yang penting dalam upacara keagamaan yang salah satu buktinya yaitu terdapat gambar atau relief candi yang menggambarkan para penari sedang menari diiringi beberapa instrumen musik. Pada zaman Indonesia Hindu lahir tari istana sebagai seni yang memiliki nilai artistik yang tinggi antara lain golek, gambyong. Dengan masuknya pengaruh budaya hindu lahirb wayang wong, sapta bedaya, wayang topeng, sri kepi, klana topeng dan lain sebagainya. Zaman feodal juga banyak dipengaruhi oleh pengaruh agama Islam. Pengaruh agama Islam yang membawa seni tari lebih berkembang karena digunakan sebagai media penyebaran agama Islam terutama di kerajaan Mataram, Kesultanan Cirebon dan Kerajaan Demak. Pada zaman ini juga muncul beberapa topeng antara lain panji kasatriyan, candra kirana, handoyo, raton, klano, denowo, tembem, pentul dan lain sebagainya. Setelah zaman invasi perluasan wilayah bangsa Barat, seni tari lebih berkembang hal ini terbukti dengan banyaknya tari yang diciptakan oleh penata tari dan bangsawan antara lain tari bedhaya, Srimpi, beksan, wireng, dan drama tari sendratari. Pada zaman feodal / penjajahan juga banyak muncul tari yang bertemakan kepahlawanan / heroik antara lain tari pejuang, bandayuda, prawiroguna, keprajuritan dan lain sebagainya. 3. Tari Zaman Modern zaman setelah indonesia merdekan sampai sekarang Jenis tari zaman modern ini ditandai dengan munculnya koreografer – koreografer individu yang menciptakan karya – karya baru, lebih sebagai ekspresi diri dari pada ekspresi komunal. Gagasan koreografer individual sebagai sebuah aspek penting dari dampak kebudayaan barat. Tokoh – tokoh tari modern antara lain isadora Duncan, Martha Graham, doris Humphrey, Mary Wigman dan lain sebagainya. Tokoh tari modern dari Indonesia salah satunya adalah Sardono W Kusumodan Sal Murgiyanto. Karya tari yang muncul pada zaman modern ini antara lain Dongeng dari Dirah, Meta Ekologi, Hutan yang Merintih. Di Indonesia pada masa setelah merdeka juga muncul tari yang bernuansa tradisional garapan baru yaitu tari Karno Tanding, Tari Retno Ngayuda, Tari Retno Tinanding, Tari Menak Koncar dan lain sebagainya

bukti bahwa pada zaman primitif sudah ada tarian yakni